Terapi bersifat suportif, adalah :
- Mengendalikan tetanopasme
- Memberikan dukungan kardiovaskular dan respiratorius
- Mengendalikan aritmia
- Mengurangi stimulasi sistem saraf simpatik (mengurangi rangsangan cahaya dan suara dari luar, menjaga lingkungan yang tenang dan tidak berisik)
Terapi Profilaksis Bagi Penyakit Tetanus
Pemberian human hyperimmune anti tetanus globulin sedikitnya 500 U (dengan takaran yang berkisar dari 3.000-6000 U) dan pemberian antibiotik yang efektif untuk Clostridium tetani selama 10 hari (penisilin, eritromisin atau metronidazol). Disamping itu, penderita harus melakukan perawaratan luka yang cermat untuk menteralkan toksinnya. Seperti halnya pada rabies, tindakan pencucian, pembilasan dan debridement luka sudah tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar